GUMAY NIAN PO...!

13 Agu 2011

PERANG GUMAY


Oleh : Lan Djekindang

Pada tahun 1962 saya mengikuti sayembara lambang daerah Kabupaten Lahat Lukisan (Gambar) lambang daerah Kabupaten Lahat ini, akan saya urai satu persatu.

1.      Lukisan kuning terletak diatas, atap tempat berlindung hujan dan panas terik matahari. Zaman nenek moyang dulu kala atap belum mengenal gelumpai, alang-alang, sirap,  dan belum memasang seng dan genteng.
Atapnya Pangkul artinya bambu dipotong sama panjang dibelah dua. Diritan dibawah sama rapat menelentang keatas, ini mengambarkan rakyat dan masyarakat meminta pengayom dan perlindungan kepada pemerintah. Diritan diatas sama rapat menutupi sela-sela dibawah, mengambarkan pemerintah mengayomi dan melindungi rakyat dan masyarakat Kabupaten Lahat khususnya, rakyat masyarakat Indonesia dari sabang sampai marauke umunya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2.      Bukit Serelo dan Bukit barisan yang menghijau menuju gunung Dempo dengan curak putus-putus jurang yang dalam.
a.      Bukit barisan yang menghijau mengambarkan kesuburan daerah Kabupaten Lahat.
Tanah dataran Serelo, bukit barisan Dempo menjadi daerah persawahan disebabkan air turun dari pegunungan.

b.      Bukit barisan yang putus-putus kadang kala dihalangi jurang yang dalam, mengambarkan cita-cita  yang berjiwa besar, bercita-cita tinggi, pasti mengalami hambatan halangan dan rintangan.

3.       Tombak bersilang bambu runcing, keris ditangan adalah senjata rakyat menghadapi perang melawan penjajah kolunial Belanda, Pecahnya perang Sunan Badarudin di Palembang.

4.      Lukisan Padi dan Kapas mengambarkan dari zaman Purba penghasil padi cukup banyak. Jadi jelas rakyat kabupaten Lahat cukup sandang dan pangan.

5.      Motto : SEGANTI SETUNGGUAN

Asal kalimat ini masa perang Zaman nenek puyang melawan penjajah Belanda, perang Gumay benteng Dusun Jati.
Kalah perang sunan Palembang, Bangsa Belanda mudik sungai musi menyelusuri sungai Lematang. Belanda aman menguntaikan tangan seorang tidak ada lawan.

Sampai di Lahat baru Belanda disambut dengan Keris, balau (tombak), pedang dan lain-lain. Rakyat dari muara Lematang yang dilalui Belanda, bukan takut dan tidak ada pahlawan yang gagah berani, karena belum ada siapa yang sanggup menjadi Imam perang (Panglima perang). Disebabkan serdadu Belanda tidak ada perikemanusiaan terhadap rakyat dan rakyat yang jauh ketakutan, bagaimana kalau belanda sampai kesini.
Maka Tiap-tiap suku yang ada di Palembang ulu serentak mengadakan sidang musyawarah menetapkan wakil untuk mengadakan sidang besar-besaran yang ada hubungannya dengan suku Gumay bertempat Dibalai Buntar Lubuk Sepang Gumay Lembak.

Utusan-utusan yang datang yaitu Mulak, Pagar Gunung, Besemah, Lintang Empat lawang, Lampung Selatan, Musi Ulu, Lematang Ilir, Ogan Ulu, Rakyat Enim, Semende, Suku Gumay dan Semidang diandas (medan perang).

Sidang  musyawarah memutuskan dan menetapkan :
1.      Menunjuk Tuan Raje dusun Endikat Gumay Talang menjadi Imam perang (panglima perang) tertinggi
2.      Tempat medan perang Benteng Aur dusun Jati
3.      Stap Imam dan komando perang beserta anggota perang, barang pangan didusun Endikat
Medan perang dan stap imam, anggota barang pangan jaraknya kurang lebih 3 kilo meter.

Tuan Raje menyanggupi dengan ikhlas semua yang telah diputuskan sidang musyawarah di Balai Buntar. Tuan Raje memberikan pesan pada semua utusan :

1.      Anggota perang turuti perintah Imam
2.      Meskipun rasa kuat, gagah, hulubalang pantang mundur, kalau belum ditunjuk Imam tidak dibenarkan berperang.
3.      Anggota perang secepat dan sesingkat waktu sudah berkumpul di Endikat Gumay Talang.

Perang Gumay dibawah komando Tuan Raje dipimpin oleh delapan orang Mimbar. Mulai perang, pengumuman ditujukan pada Belanda diperkirakan Tahun 1866 abat 19 masehi. Tujuan perang lebih baik mati dari pada dijajah bangsa asing.

Perang Gumay berkobar, Tuan Raje dan delapan Mimbar memimpin perang, setiap hari Mimbar mengantarkan anggota perang ke Benteng Aur Duri dusun Jati. Anggota perang nikat, tumbak patah, keris ditangan, sebelum nyawa melayang keris tetap ditangan. Perang kian hari betambah sengit, serdadu Belanda setiap hari bertambah.

Perang terus berjalan abis bulan berganti bulan, bertahan dibenteng Aur Duri dusun Jati. Perang berjalan delapan bulan, utusan Belanda datang ke benteng Aur Duri, utusan belanda menyampaikan pembicaraan kepada Mimbar pemimpin perang Gumay, bahwa Belanda mengajak berunding bertempat di  dusun Selawi.

Jawab Mimbar, baiklah kita mengadakan perundingan tiga hari lagi. Tuan Raje mengutus Mimbar mengadakan perundingan di dusun Selawi.

Pihak Belanda wakil gendral yang berkedudukan di Batavia (Jakarta) Pihak kesatu wakil Belanda mengusulkan :


1.      Suku Gumay (Gumay Miji), artinya Gumay merdeka selama lamanya
2.      Jangan dihalangi dan dicegah Belanda meneruskan penjajahan ke Basemah dan sekitarnya.


Pihak ke dua wakil Imam perang Gumay Tuan Raje memberikan Jawaban :
1.      Gumay (Palembang Ulu) Merdeka
2.      Angkatan Perang Belanda Kembali ke Palembang
3.      Perang diteruskan kalau tidak setuju  jawaban satu dan dua.

Inilah isi perundingan wakil Imam perang Gumay dengan wakil gendral Belanda di Batavia. Perundingan pertama gagal, Imam perang dan Mimbar bersiap-siap dan memberikan petunjuk kepada anggota perang bahwa dibenteng Aur Duri ditambah anggotanya, siap siaga menunggu serangan Belanda membabi buta menyerang mengepung benteng.

Tiga hari sesudah perundingan, serangan datang dengan amat hebat dan dasyat menembaki benteng Aur Duri.

Senjata ampuh yang dapat diandalkan :
1.      Senjata api Gumay yang bernama GURUH KEMARAU
2.      Senjata api Pagar Gunung bernama Bujang Padang
3.      Senjata api Basemah Ulu manak bernama  Penggajah

Ketiga senjata ini tidak berhenti meledak mengakibatkan pihak Belanda korban jiwa sebanyak-banyaknya. Kurang lebih sebulan perang berjalan pihak Belanda kembali mengadakan perundingan, Pangeran Singa Yuda pesirah Gumay Lembak dusun Lubuk Sepang, masa itu Pangeran Singa Yuda memihak pada Belanda. Pangeran Singa yuda memberikan petunjuk kepada belanda cara agar dapat menembus benteng Aur Duri, petunjuk yang diberitahukan kepada Belanda yaitu :

1.      Tutup air masuk ke dalam benteng agar angota perang yang ada di dalam benteng kekurangan air dan makan
2.      Tanamkan tong sendawe dibawah serumpun aur duri, setelah meledak rumpun aur duri roboh dan benteng dapat dimasuki.

Akal Busuk ini dituruti oleh Belanda, akhirnya air diputus tidak dapat makan dan minum, rumpun aur duri roboh serumpun, serdadu belanda dapat masuk ke dalam benteng. Imam Tuan Raje mengadakan perintah, semua anggota perang agar supaya meninggalkan benteng mundur ke stap di dusun Endikat Gumay Talang.
Setelah semua anggota perang Gumay berkumpul di dusun Endikat, Tuan Raje memberikan amanat :

1.      Lanjutkan perang, komando perang saya tugaskan :
a.      Kepada Pangeran Mekam Gumay Ulu
b.      Kepada Pangeran Sindang Muara Dua Gumay Ulu
c.       Anggota Perang dari Lampung Selatan dan Bengkulu Selatan, silahkan pulang ketempat masing-masing.
Selain dari itu siapa yang sanggup meneruskan perjuangan, ikuti turuti laksanakan perintah Pangeran Mekam dan Pangeran Sindang Muara Dua Gumay Ulu. Saya Tuan Raje mengadakan Gerilya.


Setelah mendapatkan amanat dari Tuan Raje Pangeran Mekam dan Pangeran Sindang Muara dua mengajak rakyat Palembang Ulu mendirikan benteng Tanah Pematang antara Selangis dan Lematang, tinggi benteng sekitar tiga meteran dan lebar sekitar lima meteran dan sampai kini benteng ini masih ada.

Sebab Belanda hendak menaklukan Jagat Besemah dan akan melalui daerah lahat Lubuk Sepang mendarat di bukit tajam arah air lim, Bukit napal putih, Pematang dengung, Lekung Selasih, Jambat Gurung Agung, Lubuk Sele nyebrang selangis Lubuk Limus mendarat ke kepematang sampai ketebing Tanah  Pangeran Mekam dan pangeran Sindang Muara Dua.

Disini Belanda disambut dengan Tumbak dan keris, Banyak korban jiwa dari pihak Belanda. Tidak lama berperang Pangeran Mekam tertangkap hidup oleh Belanda, berakhir sudah perang Pangeran Mekam dan Pangeran Sindang Muara Dua, dan Belanda meminjakkan kakinya di Basemah.

Keamanan masih jauh terjangkau oleh Belanda dikarnakan :

1.      Gerilya Tuan Raje malam siang disana sini terus berkobar
2.      Benteng Mentaralam tidak dapat dimasuki. Aur Durinya sama dengan benteng Jati, gerilya Tuan Raje dan Hulubalangnya cukup mengerikan serdadu Belanda dimana saja. Adakalanya Belanda mengempur kubu-kubu Tuan Raje tapi Hulubalang-hulubalang Tuan Raje melakukan pembalasan terhadap Belanda.
 Masa gerilya Tuan Raje berjalan selama Tujuh tahun.

Di kubuan Suban Gaung serdadu Belanda yang di pelopori oleh Pangeran Singa Yuda, jalanya Lahat, Lubuk Sepang, Mekam Gumay Ulu, mendaki bukit-bukit Tanjung, Pematang Gagas, Talang Berangin, Simpur awang, Talang sialang berenti di Air Banir muara Air Talang Sialang dan bermalam.

Kebaikan dan kesucian hati Pangeran Singa Yuda terhadap Tuan Raje dan Hulubalang-hulubalangnya kelihatan benar-benar melindungi, agar Tuan Raje jangan tertangkap dan dibunuh oleh serdadu Belanda. Pangeran Singa Yuda melatih jalan menuju Suban Gaung bertemu dengan Tuan Raje dan menyampaikan pembicaraan kepada tuan Raje, besok serdadu Belanda akan datang kesini bertujuan untuk menangkap Tuan Raje.

Mendapat kabar itu Tuan Raje merintahkan semua hulubalangnya untuk segera pindah dari Suban Gaung ke Suban angat. Matahari Kindang (sekitar jam 09 pagi) Kita bertemu dengan Belanda dan yang harus dipedomani yaitu satu jangan menembak Belanda, dan kedua jangan menikam dan siapa melanggar akan celaka. Di Lubuk Labian bertemu dengan belanda nenek-nineng Haji Reiswan Jarai begitu bertemu langsung menembaki Belanda menit itu juga tembakan Belanda mengenai pelepatan, peluru tidak keluar sampai mati.

Kubuan Tuan Raje pertama yaitu Talang mutung (kemang manis), kemudian Disungai Endikat (bukit cerbun) sekitar delapan tahunan, mudik Banir, melangkah bukit barisan Gumay panah lubang satu tahun, di durian sebatang satu tahun, disuak manau satu tahun,disuak suban satu tahun, embarung batu ujan mas air lematang arahan panjang.


Lama gerilya Tuan Raje sekitar 13 tahunan, baru pulang ke dusun Endikat. Residen Palembang mengajak perundingan, perundingan ini disebut perundingan KT. Bertempat di dusun Lanju Gumay Talang. Residen menawarkan pada Tuan Raje maksud perkataan dan tujuan. Pintak Tuan Raje Cuma satu yaitu Lepaskan tahanan sumua orang Gumay.







SEJARAH MEMBUAT KIMPALAN MEKAM SEBUAH BATU MAKAM MAJAPAHIT


Oleh : Lan Djekindang

Masa zaman kerajaan Majapahit, memberi pusaka berupa besi tajam berupa tombak dan keris keseluruh suku bangsa yang ada di nusantara. Suku Gumay mengadakan sidang musyawarah bertempat di Lubuk Sepang Gumay Lembak, sidang musyawarah dipimpin oleh ketua Gumay Puyang Gune Raje

Sidang musyawarah memutuskan dan menetapkan yang menjadi utusan Gumay pergi menghadap Raja Majapahit ialah Kerie Peniun dusun Lubay Gumay Ulu. Maka pergilah Kerie Peniun menjadi utusan Gumay menghadap Raja Majapahit, sesampai di Majapahit ternyata Kerei Peniun terlambat, karna  Raja sudah membagikan pusaka-pusakanya, kemudian Kerie peniun menghadap Raja Majapahit mengusulkan mohon meminta pusaka Besi tajam, Tombak dan Keris, kemudian jawab Raja Majapahit hai Lanang Gumay kamu terlambat datang, besi tajam, tombak dan keris sudah habis dibagikan pada suku-suku bangsa lainya dan untuk saudara dari Gumay tidak ada lagi.

Kerie Peniun tetap tinggal di istana Raja Majapahit, siap menerima perintah berat dan ringan dikerjakanya. Kerie Peniun mengetahui, masih ada sebatang tombak disimpan oleh Raja Majapahit.

Raja Majapahit kemudian berkata” hai Lanang Gumay, saya beri kamu senjata istimewa dan bawalah pulang Tombak Gading Cempaka, Alat membuat senjata, saya beri nama Kimpalan Mekam yaitu Parun (Landasan) ,Pukul Besi, dan Sambungan Tering, senjata ini aku diberi nama Kimpalan Mekam dan Sebuah batu warna kuning, amanat Raja Majapahit batu ini letakkan di tengah dusun dan inilah makam ku.

Saat itulah dusun Lubai berubah nama menjadi Dusun Mekam artinya Makam Majapahit dan sampai sekarang dapat dilihat dan dibuktikan.

SEJARAH PEMIMPIN DILUAR PEMIMPIN ADAT DAN CAP PIAGAM DARI SUNAN PALEMBANG

Oleh : Lan Djekindang

Sebelum ada pesirah di Gumay Ulu, Gumay Lembak dan Gumay Talang, Gumay di pimpin oleh seorang Imam dan Imam mewakili kepada jurai tue untuk memimpin dusun masing-masing pada suku Gumay, pemerintahan dibidang ekonomi, sosial dan kesehatan dipimpin oleh jurai tue. Seluruh rakyat tiap dusun tunduk pada jurai tue atas dasar mandat dari Imam Gumay atau pemimpin tunggal Gumay menurut hukum adat Gumay.

Kepala adat, pemuka adat / jurai tue Gumay Lembak dan Gumay Ulu dalam dusunya masing-masing setiap tahunnya mengadakan pertemuan dengan pemimpin yang tertinggi atau pemimpin tunggal suku gumay. Pada waktu itu pemimpin tunggal nya bernama Gune Raje, semua hal yang menyangkut kepentingan masyarakat baik perorangan maupun bersama-sama dibicarakan dengan musyawarah dan mufakat.

Pada waktu itu ada anjuran untuk mengadakan pemimpin maka diutuslah orang dari Lubuk Sele untuk menghadap sunan Palembang, tanda peresmian adanya pasirah Gumay Ulu diberi cap dan cendera mata pada utusan dari Gumay Ulu tersebut bernama Ampuan dan Tangkal Maut anak dari Kerie Dayang.

Kedudukan Ampuan sebagai pasirah pengemban tugas dan amanat dari sunan Palembang, apapun yang dibebankan oleh sunan Palembang padanya tidak diundurinya, dengan petunjuk dan bimbingan tuhan semua perintah sunan dapat di laksanakan tanpa mengalami kegagalan. Akhirnya sunan Palembang menyuruh Ampuan dan Tangkal Maut untuk pulang ke suku Gumay serta memberi Cap dan Piagam cendera mata. Setelah Ampuan dan Tangkal Maut sampai di tempat tujuan, Cap piagam tersebut diserahkan kepada jurai tue dan jurai tue langsung mengadakan undangan kepada masyarakat untuk mengadakan mufakat, saran jurai tue pada masyarakat khususnya anak cucu Kerie Dayang, Cap dan Piagam Pasirah tersebut pada kakak, anak cucu Kerie  Sendan Dusun Mekam.

Sebagai penghormatan adik terhadap kakak atau anak tua, seluruh anak cucu Kerie Dayang mengakui setuju dan tidak ada yang membantah, dan Pasirahnya di pilih dari anak cucu Kerie Sendan Mekam, yang bernama Rimbas Talang, dan Rimbas Talang merupakan Pasirah yang kedua atas penghormatan anak cucu Kerie Dayang Lubuk Sele. Karena ini merupakan hasil musyawarah maka di dudukkan :

 -Pasirah yang pertama adalah dari Mekam.
   -Pasirah yang kedua adalah depati Rukun dari Lubuk Sele
               -Pesirah yang ketiga adalah depati Lasir dari Tinggi hari

Pada waktu jalan dan pelaksanaan pasirah depati Lasir sangat baik maka sunan Palembang memberikan penghargaan kepada depati Lasir berupa :
-          Pesalin
-          Satu buah Keris Tata Mare
Dan kedua penghargaan nya tersebut masih ada pada anak cucu nya.



HUKUM ADAT PALEMBANG ULU


Oleh : Lan Djekindang

Dasar Hukum adat (Pedoman Hukum Adat ) :
1.      Sundi suni
2.      Dari mengkak mincul, keluar darah, pukul memukul
3.      Cempale mulut, cempale tangan
4.      Pencurian
5.      Pembagian harta (warisan)

Hukum adat di Palembang Ulu sebelum ada Pasirah diselesaikan oleh Jurai Tue atau sungut jurai ditiap-tiap dusun. Setelah ada pesirah dari sunan Palembang, maka Jurai tue atau sungut jurai bermusyawarah dipimpin pesirah abad ke 18 masehi. Saya tulis arti satu persatu :

1.      Sundi suni
a.      Seorang laki-laki, seorang perempuan akan keluar pagar dusun, keladang (kebun) dilarang keras perempuan, didahulukan berjalan adik, kakak, anak gadis, pekhibungan, wa’an, kecuali isteri yang diiring berjalan. Apa sebab perempuan tersebut dilarang keras berjalan dahulu ?
Setelah jauh dengan dusun, iblis akan menjerumuskan laki-laki yang tidak diridhoi Allah. Akhirnya terjadi memperkosa perempuan yang tersebut diatas.
b.      Seorang bujang seorang gadis dua beradik ayah dan ibu, adik-adiknya tidak dirumah dilarang keras dia berdua dirumah (larangan adat)
Kalau diketahui Jurai tue, dihukum denda 10 ringgit.
 Cara yang baik kakaknya hendak makan, adik mempersiapkan makanan, setelah siap adiknya kebawah menyuruh kakaknya makan. Kakaknya sudah makan,telah turun barulah adik nya naik kerumah.
Barang siapa mentaati susila hukum adat ini selamat lah dirumah selamat pula diperjalanan keluar pagar dusun,pergi dan pulangnya. Jurai tue belum dapat turun tangan kalau belum ada kejadian yang tidak disenangi masyarakat dusun laman.

2.      Mengkak mincul keluar darah
Biasa terjadi sengketa ini anak-anak dan remaja
Jika terjadi keluar darah perkelahian, tinju, memukul dengan kayu, atau dengan batu.

Jurai Tue segera turun tangan memanggil ayah,ibu anak yang mengeluarkan darah, pertama mengobati, secepatnya mendatangi ayah yang luka, nama anak luka Ali bin Ahmad.
Adik ahmad : Ali luka oleh anak saya Husin, lukanya sudah ku obati dan dibalut.
Semua perongkosan pengobatan sampai sembuh saya tanggung jawab.
Jawab Ahmad kakak pak Husin, terimakasih.
Pribadi kakak yang baik, akan kusampaikan kepada keluarga dan sanak family kita.
Untuk kelanjutannya kita atur bila luka-luka Ali sudah sembuh.
Luka Ali telah sembuh : Bapak Husin datang kerumah Ahmad, Adik Ahmad bagaimana luka anak kita ?
Kakak pak Husin, luka anak kita telah sembuh.
Kalau begitu kami sekeluarga akan datang kesini, Husin kami hukum dengan hukum adat, nasi sekendang serta uang pengobatan, kami datang malam esok, enjuk tau adik sanak jurai tue sungut jurai kita undak disini.
Rupanya Ahmad ahli hukum adat petata petiti nenek muyang jangan diabaikan.
Ahmad sekeluarga adik beradik musyawarah. Hasil musyawarah, kedatangan keluarga pak Husin kita sambut dengan gembira, nanak enggulai nyembelih ayam, adik sanak jurai tue kita undang, tetangga terdekat jangan ketinggalan. Pak Husin sekeluarga sampai dirumah Ahmad. Rumah Ahmad telah penuh oleh adik sanak tetangga terdekat jurai tue sungut jurai.

Pak Husin sekeluarga
Pak Husin bertanya, adik Ahmad siapa yang ditunggu ? jawab Ahmad sudah cukup kak, baiklah pak Husin bersuara : disampaikan pada adikku Ahmad adik sanak jurai tue sungut jurai, tetangge yang terdekat, semua yang ada disini. Kami kesini membawa nasi sekendang hukuman Husin MELUKAI Ali bin Ahmad serta uang pengobatan 1 ringgit. Rangkain nasi sekendang, lemang 10 batang, nasi seibat,gulai sepaisan duit 1 ringgit.
Ini mintak diterime oleh adik Ahmad disaksikan kita banyak, uang berjumlah 2 ringgit. Ahmad menjawab : Kak pak Husin semua ini saya terima dengan senang seiklas-iklasnya, disaksikan adik sanak jurai tue sungut jurai.
Akhirnya Ahmad mengajak semua yang hadir makan-makan bersama, Husin dan Ali disuruh makan sehajang, keluarge Ahmad dan pak Husin bersaudara.

3.      Cempale mulut, cempale tangan
a.      Cempale mulut seseorang yang membicarakan aib orang yang belum resmi.
Umpamanya Ali mengatakan Badu dan Nurilah berzinah kemudian Badu dan Nurilah mengadu pada Jurai Tue dusun. Zaman nenek moyang pemerintah dan dokter zaman sekarang ini. Hasil pemeriksaan ternyata Nurilah masih utuh perawan, langsung jurai tue menjatuhi hukum adat pada Ali uang sebesar 40 ringgit.

b.      Cempala Tangan
Contoh seorang bujang mengambik tajuk (sunting) bunga dikepala gadis.
Gadis tidak sudi mengadu kepada yang berwajib (Jurai tue) bujang yang berlaku dijatuhi hukuman adat uang 3 ringgit.
Cempala mulut menimbulkan akibat yang berat, istilah kata lain mengadu dombah.
Rumah tangga berantakan sampai cerai. Menimbulkan perkelahian satu sama lain pertumpahan darah, pembunuhan.
Inilah sebabnya jurai tue menjatuhkan hukuman cempela mulut 40 ringgit.



4.      Pencurian
a.      Seorang pencuri tertangkap oleh petugas atau orang banyak dijalan, dipersembunyian, dirumah, barang yang masih ada dikembalikan pada yang punya dan yang sudah hilang (dijual) diganti dengan yang sebesar harga yang terjual. Kalau tidak mau menuruti putusan adat, pelaku pencurian dihukum dikeluarkan dari dusun laman. Artinya buruk baiknya, dusun laman tidak campur tangan lagi.
Tegasnya, mati tidak ada yang menggali kubur, bersedekah tidak ada orang yang bekerja makan minum dirumahnya, hukuman ini berlaku sebelum menuruti putusan adat.
b.      Seorang pencuri mati di pembuangan, barang sudah banyak keluar rumah, yang  membunuh tidak dikenakan hukuman. Hukum adat berlaku, pembersihan dusun, motong kerbau atau kambing.

5.      Pembagian Harta
Yang saya tulis ini harta pusaka turun temurun yang menguasainya anak tue, cucu tue :
a.      Balau sebatang artinya sanggup pergi kemanapun
b.      Keris  sebilah artinya jawab pembicaraan dusun laman
c.       Sebuah rumah artinya mengatasi ekonomi
d.      Jale seraban artinya kalau dia bermusyawarah, mendapatkan bagian apa saja adiknya ikut serta